WARU – Setelah  tiga tahun lebih mengarungi samudra pandemi, rasa rindu bertatap muka tak bisa dibendung. Demi memenuhi hasrat tersebut pengurus PGRI cabang Waru mewujudkan dalam bentuk halal bihalal.

Bertempat di SD Al Falah Assalam pada Sabtu(6/05/23). Acara sillaturahmi ini sekaligus sebagai ganti kegiatan bakti social yang diadakan setiap bulan Ramadhan.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr.Tirto Adi, MPd. Ketua PGRI kabupaten Sidoarjo beserta sekretaris, Korwil Dikbud Kecamatan Waru, Ketua K3S, dan Ketua PGRI cabang Waru, Sudarmaji, S.Pd.

“Siapapun akan tercampakkan jika dia tidak ada hubungan dengan antar sesama rmanusia / khablum minannas”, ungkap Kadisdikbud.

Melalui halal bihalal diharapkan guru di kecamatan Waru makin meningkatkatkan soliditas dan solidaritas. Guna mendukung merdeka belajar.

Menurut Pak Tirto, sapaan akrab, Kecamatan Waru merupakan salah kecamatan teraktif.di wilayah kabupaten sidoarjo.

Mantan kepala Dinas sosial juga menyampaikan dengan adanya modern digitalisasi. Keberadaannya diharapkan untuk mendukung adanya program, Kemdikbud Ristek, merdeka belajar. Halal bihalal bisa memicu dan memacu merealisasi program tersebut.

Sementara itu Edy Wuryanto, ketua PGRI Kabupaten Sidoarjo, berpesan agar di tahun politik 2024 bersikap netral. Siapapun yang memimpin di tingkat tertentu. Baik di tingkat nasional maupun daerah (provinsi / kabupaten), bahkan Kecamatan atau desa yang mendukung perjuangan guru. PGRI wajib mendukung pimpinan yang dimaksud. 

Jangan terlena dengan keanekaragaman peserta didik

Mantan ketua FKKKS tersebut mengingatkan agar anggota berpatisipasi dalam  program empati PGRI kabupaten Sidoarjo yaitu Dana Abadi. seratus ribu rupiah. Sekali seumur hidup per  anggota. Keuntungan  yang diperoleh anggota adalah jika sudah mencapai purna tugas. Uang tersebut tak akan hilang. Bahkan akan dikembalikan kepada anggota.

Terkait pengadaan gedung penunjang kantor PGRI sudah mulai dilanjutkan. Lebih menggembirakan lagi sudah mendapatkan hibah dari pemerintah kabupaten Sidoarjo. Gedung megah itu nantinya  bisa dikenakan kegiatan seluruh guru mulai dari PAUD sampai dengan SMA/SMK. (Penulis: Sarwo Cahyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here